Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / 17 Skema Pengendalian Banjir Disiapkan, Batang Bidik Solusi Jangka Panjang

17 Skema Pengendalian Banjir Disiapkan, Batang Bidik Solusi Jangka Panjang

IMG 20260119 WA0208

Robantv.co.id | Batang — Upaya memutus siklus banjir yang kerap berulang di Kabupaten Batang mulai diarahkan ke langkah yang lebih sistematis. Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan 17 rencana penanganan banjir yang dirancang sebagai solusi jangka menengah hingga panjang.
Langkah ini lahir dari evaluasi menyeluruh atas berbagai kejadian banjir yang masih menghantui wilayah perkotaan hingga kawasan hilir sungai. Dampaknya tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu infrastruktur dan roda perekonomian masyarakat.
Berdasarkan pantauan lapangan dan kajian teknis yang dilakukan bersama Bupati Batang pada pertengahan Januari 2026, titik-titik rawan banjir telah dipetakan secara detail. Dari hasil tersebut, PUPR menyusun pendekatan penanganan yang tidak bersifat tambal sulam, melainkan terintegrasi lintas sektor.
Wilayah Kota Batang menjadi salah satu fokus utama. Kawasan ini dinilai memiliki tingkat kerawanan genangan yang cukup tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Karena itu, rencana penanganan disinergikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Sebanyak 17 rencana penanganan banjir tersebut mencakup berbagai bentuk intervensi, mulai dari pembenahan sistem drainase, normalisasi alur sungai, hingga pembangunan infrastruktur pengendali banjir berskala besar. Seluruh rencana itu masih dalam tahap finalisasi untuk kemudian diprioritaskan dan dieksekusi secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran.
Pelaksanaannya sendiri dirancang fleksibel, dengan memadukan sumber pendanaan dari APBD serta dukungan pemerintah pusat. Untuk penanganan berskala kecil hingga menengah, Pemkab Batang akan mengoptimalkan anggaran daerah. Sementara proyek strategis berskala besar didorong melalui skema bantuan pusat.
Salah satu program jangka panjang yang masuk dalam radar adalah pembangunan Embung Kalipucang. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi penahan debit air dari wilayah hulu sekaligus penampung limpasan saat curah hujan tinggi. Studi kelayakan embung tersebut telah rampung sejak 2025 dan kini masuk tahap pengusulan anggaran ke Kementerian PUPR.
Nilai anggaran yang diajukan untuk pembangunan Embung Kalipucang mencapai sekitar Rp30 miliar. Meski demikian, realisasi proyek masih menunggu keputusan pemerintah pusat dan diperkirakan baru dapat dilaksanakan pada 2027 atau 2028.
Ke depan, keberadaan embung ini diharapkan mampu menekan risiko banjir di wilayah hilir secara signifikan. Tak hanya itu, embung juga berpotensi dimanfaatkan sebagai cadangan air saat musim kemarau serta mendukung kebutuhan sektor pertanian.
Dengan 17 rencana penanganan banjir yang telah disiapkan, Pemkab Batang berharap persoalan banjir yang selama ini berulang tidak lagi sekadar ditangani saat darurat, tetapi benar-benar diselesaikan melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi