Robantv.co.id | Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan Warga Binaan melalui penguatan sarana perpustakaan sebagai pusat literasi, edukasi, dan pengembangan wawasan. Optimalisasi fungsi perpustakaan ini menjadi bagian dari Pembinaan Kepribadian dalam rangka membentuk Warga Binaan yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendukung proses perubahan perilaku dan penguatan intelektual Warga Binaan.
“Perpustakaan menjadi salah satu sarana strategis dalam pembinaan kepribadian. Melalui budaya literasi, kami mendorong Warga Binaan untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan pola pikir yang positif sebagai bekal reintegrasi sosial,” tegas Wachid,pada Senin ,( 12/1 ).
Ia menambahkan, koleksi buku yang tersedia meliputi literatur keagamaan, pengetahuan umum, keterampilan, motivasi, hingga bahan bacaan pendidikan, yang secara berkala terus diperbarui untuk menyesuaikan kebutuhan pembinaan.
Selaras dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan, Iwan Setiawan, menekankan bahwa keberadaan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan psikologis Warga Binaan selama menjalani masa pidana.
“Perpustakaan kami dorong menjadi ruang yang nyaman, tenang, dan edukatif. Tidak sedikit Warga Binaan yang menjadikannya sebagai tempat healing, menenangkan diri, sekaligus memperbaiki pola pikir melalui kegiatan membaca dan belajar. Ini bagian dari pembinaan kepribadian yang humanis dan berkelanjutan,” ungkap Iwan.
Optimalisasi perpustakaan ini juga sejalan dengan upaya mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam Pendidikan kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan.
Melalui penguatan sarana perpustakaan, Lapas Cipinang dapat menumbuhkan minat baca, meningkatkan kapasitas intelektual, serta membangun kepercayaan diri Warga Binaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan.( Ragil).


Komentar