Olahraga
Beranda / Olahraga / Liga 1 Bhimasena Bergulir, Lapangan Desa Jadi Panggung Talenta Sepak Bola Batang

Liga 1 Bhimasena Bergulir, Lapangan Desa Jadi Panggung Talenta Sepak Bola Batang

IMG 20260119 WA0209

Robantv.co.id | Batang — Deru sepak bola lokal kembali menghidupkan Lapangan Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman. Liga 1 Bhimasena PSSI Batang resmi dibuka, menandai dimulainya kompetisi yang bukan sekadar adu gengsi, tetapi juga ladang pembinaan bagi bibit-bibit pesepak bola daerah.
Kompetisi yang mendapat dukungan penuh dari PLTU Bhimasena Power Indonesia ini dirancang sebagai ajang berkelanjutan untuk mengasah kemampuan pemain lokal sekaligus menjaga denyut kompetisi klub-klub di Kabupaten Batang tetap hidup.
Dukungan dunia industri menjadi napas penting dalam perhelatan ini. PT Bhimasena Power Indonesia melalui program sponsorship menegaskan komitmennya untuk ikut membangun ekosistem olahraga daerah, khususnya sepak bola yang telah lama menjadi magnet antusiasme masyarakat.
Sepak bola dinilai bukan sekadar olahraga, melainkan ruang pembentukan karakter—sportivitas, disiplin, dan mental bertanding. Melalui Liga 1 Bhimasena, para pemain yang selama ini minim panggung diberi kesempatan tampil, bertanding, dan menunjukkan kualitasnya di level kompetitif.
Di sisi lain, PSSI Batang menilai dukungan Bhimasena sebagai angin segar bagi keberlangsungan liga. Seluruh kebutuhan pelaksanaan kompetisi musim 2025–2026 kini ditanggung penuh, mengakhiri pola swadaya yang selama ini kerap membebani tim peserta.
Liga 1 Bhimasena musim ini diikuti 20 kesebelasan yang bersaing menggunakan sistem tabel kompetisi. Pertandingan dibagi ke dalam empat grup dan digelar di dua venue, yakni Lapangan Karanggeneng dan Lapangan Harjowinangun. Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung mulai 17 Januari hingga 5 Februari, sementara semifinal dan final akan disesuaikan dengan agenda Persibat agar tidak terjadi benturan jadwal.
Menariknya, kompetisi ini tidak memberlakukan batasan usia. Namun, untuk menjaga identitas lokal, setiap tim hanya diperbolehkan menggunakan maksimal tiga pemain dari luar Kabupaten Batang. Skema ini diharapkan mampu memberi ruang lebih luas bagi pemain asli daerah untuk berkembang.
Lebih dari sekadar kompetisi, Liga 1 Bhimasena diproyeksikan menjadi jalur lahirnya pemain-pemain Batang yang siap memperkuat Persibat, bahkan melangkah ke level yang lebih tinggi. Dari lapangan desa, mimpi sepak bola Batang mulai digulirkan—pelan, konsisten, dan penuh harapan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi