RobanTV
Beranda / RobanTV / Atap Bangunan SLB Batang Ambruk Saat Jam Sekolah, Aktivitas Belajar Aman

Atap Bangunan SLB Batang Ambruk Saat Jam Sekolah, Aktivitas Belajar Aman

IMG 20260121 WA0206

Robantv.co.id | Batang — Suasana belajar di kompleks Sekolah Luar Biasa (SLB) Batang, Jalan Pemuda, Pasekaran, mendadak diwarnai insiden. Sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (21/1/2026), atap salah satu bangunan di area sekolah tersebut runtuh.
Beruntung, ruang yang atapnya ambruk sudah lama tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Bangunan itu hanya difungsikan sebagai gudang, sehingga peristiwa yang terjadi di tengah jam pelajaran tersebut tidak menimbulkan korban, baik dari kalangan siswa maupun tenaga pendidik.
Mendapat laporan kejadian, Wakil Bupati Batang Suyono langsung meninjau lokasi. Ia memastikan kondisi di lapangan aman dan tidak ada pihak yang terluka.
“Syukurnya tidak ada korban, baik siswa, orang tua, maupun guru,” ujar Suyono di sela peninjauan.
Kepala SLB Batang, Buntas Ernawati, menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk sebelumnya merupakan ruang keterampilan jahit bagi siswa. Namun sejak plafon ruang tersebut roboh pada 2025, pihak sekolah memutuskan menghentikan penggunaannya.
“Sejak kejadian plafon ambruk tahun lalu, ruangan ini tidak lagi dipakai untuk kegiatan siswa dan dialihfungsikan menjadi gudang. Kegiatan pelatihan sudah dipindah ke gedung yang baru,” jelasnya.
Menurut Buntas, bangunan tersebut merupakan eks Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Batang yang terakhir kali direhabilitasi pada era 1990-an. Faktor usia membuat kondisi fisik bangunan kian menurun, termasuk struktur atap yang sudah lapuk.
Tak hanya satu bangunan, ia juga mengungkapkan terdapat tiga ruang kelas lain yang kondisi atapnya saat ini dinilai membahayakan.
“Untuk mencegah risiko, ketiga ruang tersebut kami kosongkan. Kegiatan belajar kami alihkan ke ruangan lain demi keselamatan siswa,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, pihak SLB menyampaikan harapan agar lahan sekolah yang hingga kini masih berstatus milik Pemkab Batang dapat segera dihibahkan. Peralihan status lahan dinilai menjadi kunci agar bantuan pembangunan gedung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa direalisasikan.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan bantuan, namun terkendala status lahan. Kami berharap Pak Wakil Bupati bisa membantu memperjuangkan hibah tersebut,” ujar Buntas.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Suyono langsung berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan Setda Batang. Dari hasil pengecekan, sebagian besar lahan SLB sudah dihibahkan, sementara sisanya masih dalam proses.
“Untuk kejadian atap ambruk ini, akan kami laporkan ke Pemprov Jawa Tengah agar segera ditindaklanjuti dan dievaluasi. Soal hibah lahan, prosesnya akan kita percepat supaya bantuan dari provinsi maupun pusat bisa segera turun,” tegas Suyono.
Ia juga mengapresiasi langkah antisipatif pihak sekolah yang memilih mengosongkan bangunan tak layak pakai.
“Keselamatan anak-anak harus jadi prioritas utama. Kami berharap Pemprov Jateng segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi bangunan secara menyeluruh, agar proses belajar mengajar anak-anak berkebutuhan khusus tetap aman dan berjalan lancar,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi