RobanTV
Beranda / RobanTV / Musim Hujan, Ular Sanca 4 Meter Bersarang di Saluran Irigasi Permukiman Warga

Musim Hujan, Ular Sanca 4 Meter Bersarang di Saluran Irigasi Permukiman Warga

IMG 20260122 WA0100

Robantv.co.id | Pemalang – Musim penghujan bukan hanya membawa debit air meningkat, tetapi juga “tamu tak diundang”. Seekor ular sanca sepanjang kurang lebih 4 meter menggegerkan warga Desa Karangtengah, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang, setelah terlihat melata dan bersarang di saluran irigasi yang berada tepat di tepi permukiman warga, Rabu sore (21/1/2026).
Saluran irigasi yang biasanya berfungsi mengalirkan air hujan itu diduga menjadi tempat persembunyian ideal bagi satwa liar, terutama saat intensitas hujan tinggi membuat area sekitar menjadi lembap dan sepi aktivitas. Kondisi ini membuat warga RT 002/001 diliputi rasa cemas, mengingat lokasi ular sangat dekat dengan rumah dan akses jalan desa.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pemalang, Nurokhman, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga yang panik setelah melihat ular berukuran besar muncul dari dalam saluran air.
“Warga melihat ular besar berada di saluran air dekat pemukiman. Karena khawatir membahayakan keselamatan, salah satu warga segera menghubungi Damkar untuk meminta penanganan,” ujar Nurokhman, Kamis (22/1/2026).
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Posisi ular yang berada di bawah saluran irigasi dengan ruang sempit memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati. Tim rescue Damkar dikerahkan dengan perlengkapan lengkap, mulai dari grab stick, sarung tangan pelindung, helm keselamatan, hingga jack hammer untuk membuka akses saluran tanpa membahayakan petugas maupun warga sekitar.
“Personel kami dilengkapi peralatan keamanan standar agar evakuasi berjalan aman, mengingat medan cukup sempit dan licin akibat kondisi saluran saat musim hujan,” jelasnya.
Setelah berjibaku sekitar empat menit di medan yang cukup menantang, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular sanca tersebut dari dalam saluran irigasi tanpa menimbulkan korban.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar. Ular berhasil diamankan dan saat ini sudah dibawa ke Mako Damkar,” pungkas Nurokhman.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi warga agar lebih waspada terhadap kondisi saluran irigasi dan drainase di musim penghujan. Selain rawan tersumbat dan memicu banjir, saluran air yang jarang dibersihkan juga berpotensi menjadi habitat sementara bagi hewan liar. (Ragil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi