Robantv.co.id | Batang – Tak ada rencana besar di awal. Hanya sebuah ngunduh mantu keluarga yang digelar dengan niat sederhana. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Hajatan Paman Adam justru menjelma menjadi ajang silaturahmi lintas lapisan yang jarang terjadi.

Sejak acara dimulai, deretan tamu terus berdatangan tanpa jeda. Tokoh masyarakat, aktivis LSM, hingga wartawan dari berbagai media di Batang hadir menyatu dalam suasana hangat dan akrab. Tak tampak sekat jabatan—yang terasa justru kebersamaan.
Kehadiran pejabat teras Pemerintah Kabupaten Batang menjadi pemandangan lumrah di lokasi. Disusul para komisaris dan pengusaha galian C yang turut memberi warna tersendiri. Yang menarik, seluruh kepala desa dan camat dari berbagai wilayah tampak kompak menghadiri hajatan tersebut.

Skala acara ini makin terasa besar ketika wali kota dan bupati ikut hadir. Tak hanya itu, lingkup Jawa Tengah pun terwakili dengan kehadiran staf kementerian serta utusan Gubernur Jawa Tengah, menandai kuatnya jejaring sosial yang terbangun.
Bagi sebagian tamu, acara ini bukan sekadar perayaan keluarga. Ia menjadi ruang temu lintas kepentingan, tempat obrolan ringan, saling sapa, dan silaturahmi berlangsung alami—tanpa podium, tanpa protokoler ketat.
“Ini ngunduh mantu rasa kumpul besar. Semua ada, semua ketemu,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Paman Adam dikenal sebagai figur yang dekat dengan banyak kalangan. Momentum keluarga ini pun menjadi magnet yang menyatukan beragam unsur dalam satu ruang kebersamaan.
Di tengah kehidupan yang makin individual, hajatan ini seolah mengingatkan kembali bahwa tradisi ngunduh mantu masih menjadi perekat sosial yang kuat. Sederhana niatnya, besar dampaknya—dan Batang jadi saksi.


Komentar