Robantv.co.id | Batang – Di Kecamatan Banyuputih, air bersih selama ini bukan perkara sederhana. Warga terbiasa menyiasati keterbatasan, dari menimba sumur hingga bergantung pada pasokan air alternatif saat musim kering datang. Namun, kebiasaan itu perlahan bersiap menjadi cerita lama.
Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperluas layanan air bersih. Melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK, PDAM Batang menargetkan Kecamatan Banyuputih sebagai wilayah prioritas yang selama ini belum tersentuh jaringan perpipaan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Batang, Sys Mandayun, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan jangka panjang. “Banyuputih menjadi fokus karena kebutuhan air bersih di wilayah ini cukup tinggi, sementara jaringan layanan belum tersedia. Ini soal pelayanan dasar,” ujarnya.
Sumber air yang disiapkan berasal dari mata air Bakangsang di Desa Ngroto, Kecamatan Reban. Dengan debit sekitar 70 liter per detik, sumber ini dinilai mampu menopang layanan bagi ribuan pelanggan baru. Air dari Bakangsang akan diolah dan dialirkan melalui jaringan perpipaan yang dirancang untuk menjangkau permukiman warga secara bertahap.
Saat ini, PDAM Batang masih berada pada fase perencanaan teknis. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pemenuhan administrasi tengah dilakukan sebagai syarat utama pelaksanaan proyek. Jika tidak ada kendala, pembangunan jaringan air bersih ditargetkan mulai terealisasi pada 2027.
Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, keberadaan SPAM IKK Banyuputih juga diproyeksikan menopang aktivitas ekonomi, termasuk kawasan industri di wilayah utara Batang. Ketersediaan air bersih yang andal menjadi salah satu indikator utama kualitas pelayanan publik dan daya dukung wilayah.
Pemerintah kecamatan menyambut baik langkah PDAM Batang tersebut. Selama ini, Banyuputih tercatat sebagai salah satu kecamatan yang belum memiliki jaringan air bersih terintegrasi. Dengan masuknya layanan PDAM, harapan akan air yang layak, aman, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana.
Bagi warga Banyuputih, rencana ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ia adalah sinyal bahwa pelayanan publik benar-benar bergerak mendekat—pelan tapi pasti—membawa air, dan bersama itu, kenyamanan hidup yang lebih layak.


Komentar