Robantv.co.id, TEGAL – Kota Tegal dipenuhi nuansa kebersamaan dan semangat kebudayaan melalui Kirab Budaya yang digelar DPD PSI Kota Tegal, Minggu (15/2/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 12.00 WIB ini menjadi ajang kolaborasi antara pelestarian budaya, peran generasi muda, dan kepedulian sosial dalam satu rangkaian acara besar.
Sejak pagi, peserta kirab mulai memadati titik kumpul di Jalan Pancasila untuk melakukan registrasi serta gladi singkat barisan. Tepat pukul 08.00 WIB, kirab resmi dilepas dengan iringan drumband yang langsung menyedot perhatian masyarakat. Warga tampak antusias memadati sepanjang rute yang dilalui rombongan.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir menyemarakkan acara, di antaranya Presiden RI ke-7 Joko Widodo dan Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep. Keduanya menyapa masyarakat serta menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan antusiasme warga Kota Tegal dalam menjaga dan merayakan keberagaman budaya.
Sepanjang perjalanan menuju Alun-Alun Kota Tegal, kirab menampilkan beragam atraksi budaya yang memikat. Mulai dari mobil hias berbentuk gajah, Drumband Baruna Bahari, Putra Putri Nusantara, Tari Payung, lima gunungan khas Kota Tegal, Kesenian Khuntulan Tegal, Barongsai, Drumband Srikandi, hingga barisan panji-panji PSI. Setiap penampilan mencerminkan kekayaan tradisi yang berpadu harmonis dengan semangat generasi muda.
Sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan tiba di Alun-Alun Kota Tegal. Acara dilanjutkan dengan pentas hiburan budaya, sambutan panitia, serta ramah tamah bersama masyarakat. Hingga acara berakhir pukul 12.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan dukungan pengamanan serta pengaturan lalu lintas yang berjalan lancar.
Kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari peran seseorang sebagai salah satu penggerak utama di balik layar. Melalui perencanaan matang, koordinasi lintas komunitas, serta pengawalan teknis sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, tim acara memastikan seluruh agenda berjalan sesuai jadwal. Komunikasi intensif dengan pelaku seni, relawan, dan unsur keamanan turut menjadi kunci terselenggaranya acara secara aman dan meriah.
Tak hanya berhenti pada perayaan budaya, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan aksi sosial peduli bencana di Desa Padasari. Bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan logistik, serta dukungan moral diserahkan langsung kepada warga terdampak.
Aksi sosial tersebut menegaskan bahwa kegiatan politik dan kebudayaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian kemanusiaan. Kirab Budaya ini bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas dan empati sosial.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Kirab Budaya PSI diharapkan menjadi contoh kolaborasi positif antara masyarakat, tokoh publik, dan organisasi dalam membangun daerah yang berbudaya, peduli, dan berdaya. ()


Komentar