BATANG,robantv.co.id – Bank Jateng Cabang Batang ikut memberikan materi dalam Ngobrol Bareng bertema ‘Hukum dan Ekonomi di Mata Anak Muda’ yang dihadiri Ketua Komisi Kejaksaan RI dan Ketua Tim Percepatan Pembangunan (TPPD) Jawa Tengah.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sigit Aji Pamungkas, menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan literasi keuangan.
Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya menghadirkan produk perbankan yang selaras dengan kebijakan pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, termasuk program yang diintegrasikan dan ditangkap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Kami mendukung penuh program pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah. Bank Jateng hadir untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui edukasi dan akses pembiayaan yang sehat,” kata dia saat acara digelar oleh Kejaksaan Negeri Batang, Bank Jateng dan Solusi Indonesia di Aula Bupati Batang, Jumat (13/2/2026).
Salah satu produk unggulan yang ditawarkan adalah Tabungan BIMA Rencana. Produk ini mendorong masyarakat untuk membangun budaya menabung secara disiplin dan terencana. Serta mengajak anak-anak muda untuk merubah nasib menjadi CEO hingga pengusaha.
“Didahulukan menabung, jangan didahulukan cicilan dari gaji kita. Tabungan BIMA Rencana ini sifatnya mirip deposito, terencana dan berjangka, sehingga membantu masyarakat menyiapkan kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Selain itu, Bank Jateng KC Batang juga menyediakan produk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan suku bunga tetap sebesar 5 persen. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memiliki hunian layak dengan cicilan terjangkau.
Di sektor pembiayaan usaha, tersedia Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dan KUR Kecil dengan bunga yang sangat terjangkau, mulai sekitar 0,26 persen per bulan, guna mendorong pertumbuhan pelaku usaha baru maupun pengembangan usaha yang sudah berjalan.
Tak hanya itu, Bank Jateng juga menghadirkan KUR Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan plafon pembiayaan hingga Rp100 juta, sebagai bentuk dukungan terhadap calon pekerja migran agar dapat berangkat secara legal, aman, dan produktif.
Sigit menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah perkembangan zaman dan tantangan digital saat ini. Menurutnya, generasi muda harus kreatif namun tidak minim literasi.
“Anak muda sekarang kreatif, tapi jangan sampai minim literasi. Jangan hanya menjadi generasi FOMO. Sesuatu yang tidak dipahami bisa menyesatkan. Literasi keuangan sangat penting, apalagi di tengah maraknya judi online,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada besaran angsuran, tetapi juga memperhatikan kemampuan menabung.
“Jangan hanya bertanya angsurannya berapa, tapi tanyakan juga tabungannya berapa. Mengambil kredit itu seperti mengambil pisau—bisa sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak, tetapi juga bisa berisiko jika tidak hati-hati,” pungkas Sigit.
Melalui berbagai produk dan edukasi berkelanjutan, Bank Jateng KC Batang berharap dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekonomi yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
Selain dari Bank Jateng, narasumber lain ada Ketua TPPD Jateng, Zulkifli Gayo, Ketua Komisi Kejaksaan, Pujiyono Suwadi, Kepala Kejaksaan Negeri Batang, Raymond Ali dan Local Hero Petani Jamur beromzet Rp 180 juta, Nur Adilatus Shidqiyah.
Dalam acara turut hadir Serta disaksikan Wakil Bupati Batang, Suyono Kepala Divisi Enterprise Risk Management Bank Jateng, Wasito Adi Waluyo dan Wakil Kepala Divisi Ritel dan UMKM Bank Jateng, Nur Sayto Priyono. (hamdi)


Komentar