
robantv.co.idIBatang – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus merawat ingatan kolektif terhadap tokoh bangsa, komunitas Omah Tanbihun bersama Pemerintah Kabupaten Batang akan menggelar acara “Sinau Bareng: Meneladani Spirit Perjuangan Syaikhuna KH. Ahmad Rifa’i” pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di Pendopo Kabupaten Batang. Acara ini terbuka untuk umum dan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai.
KH. Ahmad Rifa’i, ulama besar asal Batang yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, dikenal sebagai sosok yang gigih memperjuangkan nilai-nilai keislaman, keadilan, dan kemerdekaan bangsa. Melalui Sinau Bareng ini, masyarakat diajak menggali inspirasi dari perjuangan beliau sekaligus memahami nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan.
Acara akan dibuka dengan tawashulan dan pembacaan Syahadat Sakmanane, diikuti sambutan Ketua PD Rifa’iyah Batang. Selanjutnya, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan akan memberikan keynote speech, disusul tokoh nasional asal Batang, Happy Trenggono (dalam konfirmasi).
Sesi utama Sinau Bareng menghadirkan lima narasumber inspiratif dari berbagai latar belakang:
- Arief Dirhamsyah – Founder Pekalongan Heritage
- H. Slamet Siswadi – Saksi sejarah proses penganugerahan gelar Pahlawan Nasional KH. Ahmad Rifa’i
- As Burhan – Intelektual NU
- Mbak Utin – Pengrajin Batik Rifa’iyah
- Gus Ahmad Saefullah – Ahli literasi Rifa’iyah
Melalui sudut pandang yang beragam, para narasumber akan mengupas warisan pemikiran dan perjuangan KH. Ahmad Rifa’i, baik dari sisi sejarah, sosial, budaya, maupun pengaruhnya terhadap perkembangan masyarakat Batang dan Indonesia.
Omah Tanbihun, penggagas kegiatan ini, dikenal sebagai komunitas yang menghidupkan tradisi “tanbihun” – istilah dalam kitab karangan KH. Ahmad Rifa’i yang berarti peringatan atau pengingat. Tradisi ini tidak hanya menjaga nilai iman, Islam, dan ihsan, tetapi juga mengajarkan pentingnya adaptasi ajaran dan budaya dalam menghadapi tantangan zaman.
Koordinator Omah Tanbihun, Agus Muhammad Shodiq, menjelaskan bahwa di era banjir informasi seperti sekarang, penting untuk menjaga otoritas keilmuan melalui pola hubungan yang diskusif dan kolaboratif. “Sinau Bareng ini adalah ruang interaktif untuk saling mengisi, sesuai metode yang diajarkan para ulama dan sejalan dengan nilai Qur’ani dalam berdialog dengan cara terbaik,” ujarnya.
Selain memperkuat literasi sejarah dan budaya, acara ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi lintas generasi. Dukungan dari Pemkab Batang serta berbagai media lokal seperti Info Batang, Rifaiyah ID, BatangHelp, dan Roban TV menegaskan pentingnya acara ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejarah masyarakat.
Dengan semangat “Batang Berbudaya”, Sinau Bareng bukan sekadar forum belajar, tetapi juga momentum untuk meneladani keteguhan KH. Ahmad Rifa’i dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan, sekaligus memperkuat jati diri bangsa di tengah arus modernisasi. (red)