Robantv.co.id | Batang — Malam sudah larut ketika hujan kembali turun tanpa jeda. Di gang-gang yang masih tergenang air Kelurahan Karangasem Utara, langkah sepatu bot terdengar menyusuri genangan. Bupati Batang M. Faiz Kurniawan tak menunggu pagi. Bersama jajaran Forkopimda, ia memilih turun langsung menemui warga korban banjir, Sabtu (17/1/2026) malam.
Di bawah payung dan jas hujan, Faiz didampingi Kapolres Batang AKBP Veronica, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo, serta unsur TNI, Polri, dan BPBD. Mereka membagikan bantuan sederhana—nasi bungkus dan susu—langsung ke tangan warga yang rumahnya masih dikepung air.
Bagi sebagian warga, kehadiran para pimpinan daerah di tengah malam dan hujan lebat itu lebih dari sekadar bantuan logistik. Itu isyarat bahwa mereka tidak ditinggalkan.
Menurut Faiz, banjir kali ini dipicu hujan yang turun hampir tanpa jeda selama hampir sepekan terakhir. Intensitas hujan berada pada level sedang hingga tinggi, membuat sistem drainase kewalahan menampung debit air.
“Hampir empat sampai lima hari terakhir hujan turun terus. Bahkan malam ini, saat kami berada di lokasi, hujan masih berlangsung,” ujar Faiz di sela peninjauan.
Data sementara mencatat sedikitnya delapan hingga sembilan desa dan kelurahan masuk kategori rawan banjir. Karangasem Utara, Klidang Lor, dan Kauman menjadi wilayah yang paling terdampak. Meski begitu, pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah warga dan kepala keluarga yang terdampak secara akurat.
Faiz menegaskan, penanganan banjir tidak berhenti pada pembagian bantuan darurat. Pemerintah daerah akan segera melakukan pemetaan lapangan secara detail sebagai dasar penentuan langkah lanjutan.
“Malam ini juga kami lakukan pendataan riil. Ada tiga skala prioritas yang harus dipetakan, karena penanganannya tidak bisa disamakan,” jelasnya.
Tiga prioritas tersebut meliputi rumah warga dengan ketinggian air di atas 50 sentimeter yang berpotensi memerlukan evakuasi, rumah yang tergenang di bawah 50 sentimeter, serta rumah yang tidak kemasukan air namun akses jalannya terendam.
“Dari situ kita bisa menghitung kebutuhan logistik, makanan, sampai layanan kesehatan secara lebih tepat,” tambah Faiz.
Sementara itu, Kapolres Batang AKBP Veronica memastikan jajaran kepolisian dalam kondisi siaga penuh. Satuan tugas gerak cepat Polres Batang telah disiapkan dan terus berkoordinasi dengan BPBD serta unsur TNI.
“Seluruh Polsek kami siagakan. Kami siap membantu warga kapan saja, baik untuk evakuasi, pengamanan, maupun distribusi bantuan,” kata Veronica.
Ia juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko aliran listrik dan kondisi jalan yang tergenang air.
“Hati-hati dengan instalasi listrik dan batasi aktivitas di luar rumah, terutama saat hujan lebat. Keselamatan warga adalah prioritas,” ujarnya.
Dari sisi pertahanan wilayah, Dandim 0736/Batang Letkol Inf Andhika Baroto Chrishastantyo menyampaikan bahwa Kodim Batang telah menyiapkan 100 personel, dengan sekitar 30 personel aktif bergerak setiap hari untuk membantu distribusi bantuan makanan.
“Upaya mitigasi sebenarnya sudah dilakukan sejak Oktober hingga November melalui pendalaman sungai. Namun curah hujan tinggi ditambah kondisi laut pasang membuat aliran air tertahan,” jelas Andhika.
Meski sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat, pihaknya tetap menyiapkan dapur umum sebagai langkah antisipasi apabila kondisi banjir memburuk.
Pemerintah Kabupaten Batang bersama Forkopimda memastikan pemantauan akan terus dilakukan, seiring koordinasi lintas instansi yang diperkuat demi menjamin keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Di Karangasem Utara malam itu, hujan belum berhenti. Namun di balik genangan, ada pesan yang sampai ke warga: negara hadir, bahkan ketika malam dan hujan datang bersamaan.


Komentar