Robantv.co.id, Pemalang – Malam Minggu yang mestinya hangat dan hidup di jantung Kota Pemalang berubah kelabu. Hujan deras yang turun sejak Sabtu malam, sekitar pukul 19.30 WIB (31/1), membuat air meluap dan mengepung kawasan perkotaan. Genangan setinggi 20 hingga 100 sentimeter merendam permukiman padat dan jalan-jalan utama—termasuk City Walk, wajah baru kota yang belum lama ini diresmikan.
Di sejumlah titik seperti Kelurahan Sugihwaras, Pelutan, Kebondalem, hingga Mulyoharjo, air menguasai jalan. Pengendara sepeda motor tak sedikit yang terjebak. Mesin mati, sepatu basah, dan pilihan tinggal satu: menuntun kendaraan perlahan di tengah arus air, ekstra hati-hati.
Ironisnya, City Walk di ruas Jalan Jenderal Sudirman—yang digadang-gadang sebagai kawasan favorit wisata dan ruang publik kebanggaan—ikut takluk oleh banjir. Lampu-lampu kawasan itu memantul di genangan, memperlihatkan kontras antara wajah kota yang dipoles dan persoalan lama yang belum tuntas.
“Kalau hujan lebat, ya banjir lagi. Depan SMA/SMK Muhammadiyah, Jalan Ahmad Yani, sampai Kebondalem itu sudah biasa,” ujar Sandy (40), warga Kebondalem, dengan nada pasrah.
Banjir di pusat Kota Pemalang memang bukan cerita baru. Kontur dataran rendah dan sistem drainase yang buruk membuat kota berslogan BERCAHAYA ini kerap gelap oleh genangan setiap musim hujan tiba. City Walk pun seolah menjadi simbol: indah di atas kertas, rapuh saat diuji cuaca.
Kondisi ini sejatinya pernah dikritisi jauh hari. Anggota DPRD Pemalang, Heru Kundhimiarso, menyoroti ancaman banjir dalam rencana pembangunan City Walk. Ia menilai perubahan wajah kota tidak boleh berjalan sendiri, terpisah dari penanganan masalah klasik drainase.
Dalam Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) II pembahasan RPJMD di Gedung DPRD Pemalang, Senin (16/6/2025), Heru menegaskan, “Jangan sampai RPJMD hanya jadi dokumen indah yang tidak menyentuh persoalan nyata warga.”
Menurutnya, saluran air di pusat kota banyak yang sempit, dangkal, dan tak terawat. Akibatnya, air hujan tak mengalir lancar dan kembali menggenangi jalan-jalan protokol—pola yang kembali terulang pada malam itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari BPBD maupun instansi terkait mengenai banjir yang mengepung wilayah perkotaan Pemalang. Sementara warga kembali bertanya, sampai kapan wajah kota terus dipercantik, sementara urusan dasar seperti drainase masih tertinggal di belakang.
(Ragil)


Komentar