Feature Humaniora Nasional Pendidikan Regional
Beranda / Regional / Penguatan Tradisi Rukyat Berbasis Verifikasi Astronomis, Hilal 10 Derajat Terpantau di Gedung PP Rifa’iyah Batang

Penguatan Tradisi Rukyat Berbasis Verifikasi Astronomis, Hilal 10 Derajat Terpantau di Gedung PP Rifa’iyah Batang

WhatsApp Image 2026 02 19 at 12.19.18

Robantv.co.id I BATANG – Gedung lantai empat Kantor Pimpinan Pusat Rifa’iyah yang beralamat di Jalan Dr. Sutomo, Watesalit, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (18/2/2026), menjadi titik observasi pemantauan hilal (rukyatul hilal) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dari pusat aktivitas organisasi dan pengembangan keilmuan tersebut, Lembaga Falakiyah Rifa’iyah melaksanakan observasi langsung terhadap posisi bulan sabit muda. Hasil pengamatan menunjukkan hilal terpantau jelas dengan ketinggian mencapai 10 derajat di atas ufuk, angka yang secara astronomis menunjukkan tingkat visibilitas yang kuat.

Kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk menetapkan awal Ramadan secara terpisah, mengingat pemerintah melalui sidang isbat telah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 18 Februari 2026. Pemantauan dilakukan dalam kerangka verifikasi data hisab sekaligus penguatan tradisi ilmiah dalam bidang falakiyah.

Ihwandi, perwakilan tim Lembaga Falakiyah Rifa’iyah, menjelaskan bahwa observasi tersebut memiliki dua tujuan utama.

“Kegiatan ini untuk verifikasi bahwa posisi hilal saat ini sudah tinggi, sudah di atas 10 derajat. Untuk yang kedua, ini adalah untuk pembelajaran. Kita belajar pasang alat, memposisikan alat pada objek yang kita kehendaki, juga untuk pembelajaran tentang falakiyah atau astronomi,” ujarnya.

Kirab Budaya PSI Kota Tegal Berlangsung Meriah, Dilanjutkan Aksi Sosial Peduli Bencana alam di Padasari

Selain observasi visual, peserta juga mendapatkan pendalaman mengenai metode hisab, yakni perhitungan matematis posisi matahari dan bulan, serta praktik langsung penggunaan instrumen pengamatan.

Dalam kegiatan tersebut, Rifa’iyah mengoperasikan tiga unit teleskop robotik yang mampu melakukan pelacakan otomatis terhadap objek langit. Perangkat ini memungkinkan operator menentukan objek—matahari, bulan, planet, maupun bintang—untuk kemudian dikunci dan diikuti secara otomatis sesuai pergerakan benda langit.

“Alat itu teleskop robotik. Kita bisa menghendaki objek mana yang akan kita tuju; matahari, bulan, planet, atau bintang. Setelah kita kunci, alat itu akan tracking secara otomatis mengikuti pergerakan benda langit. Misalkan hilal, maka alat itu akan dengan sendirinya bergerak ke bawah mengikuti pergerakan bulan,” jelas Ihwandi.

Dukungan teknis juga datang dari PCNU Batang yang menyiagakan satu unit teleskop tambahan guna memastikan akurasi dan dokumentasi pengamatan berjalan optimal.

Meskipun memiliki perangkat dan kapasitas observasi yang memadai, Rifa’iyah tetap menegaskan komitmennya untuk mengikuti keputusan resmi pemerintah dalam penetapan awal Ramadan. Metode yang digunakan adalah rukyat, dan hasilnya tetap diselaraskan dengan keputusan sidang isbat.

SPPG Wamponiki–Katobu Tingkatkan Mutu MBG, Hadirkan Chef Profesional Bersertifikat

“Sama, Rifa’iyah menggunakan rukyat, kemudian mengikuti dari isbat pemerintah,” tegas Ihwandi.

Dengan posisi hilal yang telah mencapai 10 derajat serta didukung data observasi yang akurat dari Gedung Pimpinan Pusat Rifa’iyah di Batang, masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan keyakinan yang lebih mantap. Kegiatan ini menegaskan bahwa tradisi rukyat tidak hanya berfungsi dalam kepentingan ibadah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengembangan keilmuan falak secara berkelanjutan.(Ham/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi