robantv.co.id I Batang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pimpinan Pusat Rifa’iyah menerbitkan maklumat bernomor 014/MLM/PP.Rifa’iyah/III/2026 yang ditandatangani pada 18 Maret 2026 atau bertepatan dengan 28 Ramadhan 1447 H. Maklumat ini menyikapi kemungkinan terjadinya perbedaan penetapan 1 Syawal di tengah masyarakat.
Dalam maklumat tersebut, Rifa’iyah menegaskan bahwa pihaknya berpedoman pada hasil mudzakarah ulama Rifa’iyah tahun 2022 di Batang dan Limpung, yang menetapkan awal Ramadhan dan Syawal berdasarkan hisab dan ru’yat. Organisasi ini menggunakan kriteria hisab dengan tinggi hilal minimal 2 derajat, elongasi 6 derajat, dan lama hilal 8 menit. Adapun untuk ru’yat, mengacu pada kesaksian satu atau dua orang yang adil sebagaimana kaidah fikih yang dianut.
Menurut perhitungan hisab Lembaga Falakiyah Rifa’iyah, pada hari Kamis sore tanggal 19 Maret 2026, tinggi hilal telah memenuhi kriteria masuknya bulan baru. Namun demikian, Rifa’iyah menyatakan bahwa ketetapan resmi Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H menunggu hasil ru’yat dan sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Pimpinan Pusat Rifa’iyah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu keputusan resmi pemerintah demi menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Maklumat ini juga menyinggung potensi perbedaan yang kerap terjadi di Indonesia dan pentingnya sikap saling menghormati antar sesama muslim. (Ham/red)


Komentar