RobanTV
Beranda / RobanTV / Seorang Pengurus Perahu Hilang Ditelan Arus Sungai Sambong

Seorang Pengurus Perahu Hilang Ditelan Arus Sungai Sambong

Traditional fishing boats work off the east coast of Natuna Besar
Traditional fishing boats work off the east coast of Natuna Besar July 9, 2014. Picture taken July 9, 2014. INDONESIA/NATUNA REUTERS/Tim Wimborne

Robantv.co.id | Batang – Sore yang semula berjalan biasa di bantaran Sungai Sambong mendadak berubah mencekam. Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, Sugiarto (51), pengurus kapal asal Kelurahan Kauman, Batang, dilaporkan tenggelam dan hilang terseret arus di wilayah Dukuh Pungkur Sari, Kelurahan Karangasem Utara.
Teriakan panik pertama kali memecah suasana. Carmo (42), seorang buruh yang berada tak jauh dari lokasi, melihat tubuh seorang pria terjebur dan mulai hanyut. Ia berteriak sekuat tenaga, berharap ada tangan lain yang bisa segera membantu sebelum arus Sungai Sambong mengambil alih segalanya.
Teriakan itu didengar Budiarto (37), nelayan yang tengah berada di atas Kapal Tarik Cakra. Dari kamar mesin kapal, ia bergegas keluar. Di hadapannya, korban terlihat mulai tenggelam. Jarak masih dekat, hanya sekitar dua meter. Gabus dan tali segera dilempar, upaya penyelamatan dilakukan dalam hitungan detik.
Namun sungai sore itu tak memberi ampun. Arus yang deras menggagalkan pertolongan. Tubuh Sugiarto perlahan menjauh, terseret aliran hingga akhirnya hilang dari pandangan. Kedua saksi sempat melihat korban mengenakan jas hujan berwarna biru sebelum sungai benar-benar menelannya.
Tak lama berselang, laporan warga diterima Satpolairud Polres Batang. Petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah awal pencarian. Di sekitar TKP, ditemukan sebuah sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi G 3159 WC, berwarna hitam kombinasi abu-abu, serta helm hitam merek INK yang diduga milik korban—menjadi saksi bisu atas peristiwa yang terjadi begitu cepat.
Hingga malam hari, korban belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan, sementara Sungai Sambong kembali mengalir tenang, menyisakan cemas dan harap bagi keluarga yang menunggu kabar di tepiannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi