RobanTV
Beranda / RobanTV / Setelah 17 Hilang, Pencarian,Pendaki Asal Magelang Akhirnya Ditemukan di Puncak Gunung Slamet

Setelah 17 Hilang, Pencarian,Pendaki Asal Magelang Akhirnya Ditemukan di Puncak Gunung Slamet

IMG 20260114 WA0118

Robantv.co.id | Pemalang- Setelah Pencarian Panjang selama 17, akhirnya Syafiq Ridhan Ali Razan ( 18 ) Pendaki Gunung asal Magelang ditemukan di Puncak Gunung Slamet, Kabar gembira sekaligus duka menyelimuti dunia pendakian hari ini. Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak akhir Desember lalu, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim relawan pada siang hari ini, Rabu (14/1).

Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di lereng puncak sebelah selatan, di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden. Saat ini, jasad almarhum masih dalam proses evakuasi oleh para relawan.

​Informasi penemuan ini pertama kali mencuat melalui unggahan video dan postingan dari akun Dewi Betta Genetica serta Kabar Pemalang. Dalam unggahan tersebut, terlihat suasana haru dan syukur dari para relawan yang berada di lapangan. “Alhamdulillah, ya Allah. Alhamdulillah. Mantap,” seru salah satu personel dalam video saat mengonfirmasi lokasi penemuan.

​Berdasarkan keterangan di kolom komentar Kabar Pemalang, Syafiq ditemukan di area atas (puncak) Gunung Slamet. Saat ini, tim relawan sedang melakukan persiapan intensif untuk proses evakuasi penurunan jenazah dari puncak menuju basecamp.

​Kondisi Survivor
​Meski ditemukan dengan status “Alhamdulillah” karena pencarian menemui titik terang, informasi yang beredar menyebutkan bahwa survivor ditemukan dalam kondisi Meninggal Dunia (MD).

Lapas Cipinang Gandeng Yayasan Ehipassiko Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Beberapa netizen dan akun informasi lokal seperti slametviabambangan juga mengonfirmasi hal senada, seraya memanjatkan doa bagi almarhum.
​”Iya kak di atas. Tim relawan sedang persiapan proses evakuasi. Kita tunggu rilis resminya,” tulis admin Kabar Pemalang dalam menanggapi pertanyaan warga net mengenai lokasi pasti penemuan.

​Dukungan dan Doa Mengalir
​Unggahan penemuan Syafiq langsung dibanjiri komentar dari masyarakat. Banyak yang merasa lega karena teka-teki hilangnya Syafiq selama belasan hari akhirnya terjawab, namun tak sedikit yang berduka mendalam. Doa-doa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan terus mengalir di berbagai platform media sosial.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Basarnas maupun otoritas terkait masih menyiapkan rilis resmi mengenai kronologi penemuan dan detail proses evakuasi yang sedang berlangsung di medan yang cukup berat.

​kita tetap menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang (Basarnas/Polri) terkait detail informasi ini dan tetap menjaga privasi serta empati bagi keluarga korban .

Diberitakan sebelumnya, Syafiq Ali dinyatakan hilang pada Senin (29/1/2026).

Petugas Satpol-PP Pemalang Temukan Kondom Saat Razia Warung Remang-Remang di Ampelgading

Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu (27/12/2025) malam lewat basecamp Dipajaya Pemalang.

Operasi pencarian pun dilakukan setelah mereka menemukan Haidar pada Senin (29/12/2025) di Pos 9.

Namun, operasi SAR ditutup pada Rabu (7/1/2026) setelah sepekan pencarian tak membuahkan hasil.

Kendati begitu, relawan melakukan pencarian secara mandiri via jalur Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas.

Koordinator Basecamp Bambangan, Syaiful Amri mengatakan, keputusan melakukan pencarian mandiri ini dilakukan atas dasar kemanusiaan.

Jalan Desa Lapodidi di Muna Rusak Parah, Warga: Jangan Jadikan Kami Komoditi Politik

Sebagai pengelola jalur pendakian dan warga yang hidup di kawasan kaki Gunung Slamet, dia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus berupaya mencari keberadaan Syafiq.

Menurut Syaiful, pencarian mandiri lewat jalur Bambangan telah dilakukan sejak 9 Januari 2026.( Ragil).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi