Robantv.co.id I Batang – Penerapan Smart Teaching berbasis media pembelajaran digital dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pendekatan ini mengintegrasikan strategi pembelajaran yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta pemahaman karakter peserta didik agar proses belajar berlangsung efektif, menyenangkan, dan bermakna.
Hal tersebut disampaikan dalam pemaparan materi Smart Teaching dengan Media Pembelajaran Digital di MI oleh Dr. Turno, M.Pd, yang menekankan bahwa pendidikan agama Islam di MI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter islami peserta didik sejak dini

“Tujuan utama Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, jujur, disiplin, serta bertanggung jawab. Selain itu, pembelajaran PAI harus mampu menanamkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an, Hadis, Fiqih, serta sejarah Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Turno dalam paparan di MII Keputon, Blado, Rabu (7/1/2026)
Dalam konteks tersebut, Smart Teaching dipahami sebagai pendekatan pembelajaran cerdas yang memadukan kreativitas guru, inovasi metode, penguasaan materi, serta pemanfaatan teknologi digital. Di tingkat MI, Smart Teaching diarahkan untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong eksplorasi aktif, serta tetap menguatkan nilai-nilai keislaman.
Dr. Turno menjelaskan, prinsip Smart Teaching di MI mencakup penetapan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur (SMART Goals), serta penerapan konsep Multiple Intelligence untuk mengakomodasi beragam kecerdasan siswa, baik verbal, logis, kinestetik, musikal, maupun visual. Dengan demikian, setiap anak memiliki kesempatan belajar secara optimal sesuai karakteristiknya
Ciri utama Smart Teaching antara lain pembelajaran inovatif dan kreatif, penggunaan media interaktif seperti video dan permainan edukatif, integrasi teknologi digital, serta penilaian holistik yang tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola kelas secara efektif dan mengaitkan materi dengan dunia nyata agar mudah dipahami siswa
Pemanfaatan media digital dinilai penting karena mampu meningkatkan minat belajar anak, menstimulasi perkembangan kognitif dan sosial-emosional, serta membantu guru dalam menyampaikan materi secara efisien. Media digital yang umum digunakan meliputi aplikasi edukasi, video pembelajaran, buku digital interaktif, dan permainan berbasis pembelajaran
Dalam implementasinya, guru tetap memegang peran kunci sebagai perencana, fasilitator, dan evaluator. Media digital digunakan sebagai pemantik pembelajaran, bukan pengganti peran guru. Pembelajaran digital juga dipadukan dengan aktivitas nyata (hands-on) agar siswa tetap aktif secara fisik dan sosial
Dr. Turno juga menekankan pentingnya pengelolaan screen time dalam pembelajaran di MI. Penggunaan media digital dianjurkan dalam durasi singkat, sekitar 5–10 menit, diselingi aktivitas fisik, serta menekankan kualitas konten dibandingkan lamanya waktu layar
.
Selain itu, pelibatan orang tua menjadi bagian penting dalam Smart Teaching melalui pemanfaatan media digital seperti QR Code tugas rumah, dokumentasi kegiatan belajar, dan komunikasi melalui grup daring. Dengan cara ini, orang tua dapat memahami proses belajar anak dan terlibat aktif dalam pendidikan
.
Meski demikian, penerapan Smart Teaching tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan akses internet, keamanan digital, dan kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi. Untuk mengatasinya, diperlukan konten offline, pengawasan ketat terhadap media digital, serta pelatihan dan workshop berkelanjutan bagi guru
Secara keseluruhan, Smart Teaching berbasis media digital di MI merupakan pendekatan holistik yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar Islam. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang cerdas, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (Hamdi/red)


Komentar