Religi RobanTV
Beranda / RobanTV / Tetap Hormati Keputusan Pemerintah, Muhammadiyah Batang Izin Puasa Duluan pada 18 Februari 2026

Tetap Hormati Keputusan Pemerintah, Muhammadiyah Batang Izin Puasa Duluan pada 18 Februari 2026

IMG 20260204 WA0067

Robantv.co.id | Batang — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Batang telah menetapkan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Ketua PDM Kabupaten Batang, H.M. Harto Setiyono, mengatakan bahwa penetapan awal Ramadhan bagi Muhammadiyah bukanlah hal baru dan sudah menjadi rutinitas organisasi setiap tahunnya.

Oleh karena itu, seluruh program Ramadhan telah disiapkan jauh hari dan langsung dijalankan begitu jadwal resmi ditetapkan.

“Bagi Muhammadiyah, menghadapi Ramadhan itu sudah menjadi rutinitas. Program-programnya dari tahun ke tahun sudah langsung masuk. Termasuk tahun ini, setelah jadwal ditetapkan dari Pimpinan Pusat, langsung kita tindak lanjuti di daerah,” kata Harto saat ditemui, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu agenda utama selama Ramadhan adalah turba (turun ke bawah) ke seluruh cabang Muhammadiyah di Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut akan dilakukan oleh jajaran PDM dengan petugas yang telah ditentukan sebelumnya.

Kades Sawahjoho: Kami Sudah Terbuka, Soal Bumdes Masih Banyak yang Harus Dipertimbangkan

“Insya Allah seluruh cabang akan didatangi oleh Bimbingan Daerah. Petugasnya sudah diatur oleh tim sesuai perencanaan,” ujarnya.

Terkait potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan pemerintah, Harto menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap menghormati keputusan negara. Namun, secara organisatoris, Muhammadiyah tetap berpegang pada keputusan internal yang telah ditetapkan.

“Kami sebagai warga negara tetap menghormati pemerintah. Muhammadiyah itu tidak ekstrem dan tidak eksklusif. Kalau ada undangan dari pemerintah, misalnya dalam rukyatul hilal, kami tetap hadir,” kata Harto.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keyakinan Muhammadiyah dalam penetapan awal Ramadhan sudah jelas dan tidak menjadi persoalan apabila terjadi perbedaan dengan keputusan pemerintah.

“Kalau Muhammadiyah sesuai instruksi Pimpinan Pusat mulai puasa tanggal 18. Kalau pemerintah mulai tanggal 19 atau lainnya, itu juga tidak masalah. Perbedaan ini sudah biasa dan kita saling menghormati,” ujarnya.

Mobil Tak Kunjung Diserahkan, Kepala Desa Sawahjoho Merasa Ditipu dalam Perjanjian Pinjaman

Harto juga mengimbau masyarakat agar tidak memperbesar perbedaan tersebut.

“Yang penting tidak saling poyok-poyokan. Sudah punya keyakinan masing-masing dan sejak dulu Muhammadiyah bersikap seperti itu,” tegasnya.

Selain turba, PDM Batang juga menyiapkan sejumlah kegiatan Ramadhan lainnya, termasuk tarawih keliling di seluruh kecamatan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di 15 titik, masing-masing satu titik di setiap kecamatan.

“Harapannya, tiap cabang bisa menghimpun anggotanya di satu lokasi, sehingga dari PDM bisa langsung bertemu warga persyarikatan di tingkat kecamatan,” kata Harto.

Tak hanya kegiatan keagamaan, PDM Batang juga mulai menggagas program pemberdayaan ekonomi. Salah satu wacana yang tengah disiapkan adalah rencana produksi air minum dalam kemasan (AMDK) melalui Badan Usaha Muhammadiyah (BDM).

Ketika Air Tak Lagi Jadi Masalah: Layanan PDAM Batang Menyapa Banyuputih

“Masih wacana, tapi mudah-mudahan bisa berjalan. Rencananya kemasan gelas dan masih menunggu kesepakatan, karena ada pendampingan dari BDM,” ujarnya.

Selain 1 Ramadhan, Muhammadiyah juga telah menetapkan jadwal hari besar Islam lainnya untuk tahun 2026, yakni:

1 Ramadhan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026

1 Syawal 1447 H: Jumat, 20 Maret 2026

1 Zulhijjah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026

Idul Adha 1447 H (10 Zulhijjah): Rabu, 27 Mei 2026

Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki yang telah menjadi pedoman resmi Muhammadiyah dalam menentukan kalender Hijriah.

Dengan berbagai program yang telah disiapkan, PDM Batang berharap Ramadhan tahun ini dapat menjadi momentum peningkatan ibadah sekaligus penguatan persatuan umat di tengah perbedaan yang ada.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi