Robantv.co.id | Batang – Wakil Bupati Batang, Suyono, menekankan perlunya peran Posyandu yang lebih adaptif dan progresif dalam menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Ia menilai, Posyandu tidak lagi cukup hanya bergerak di sektor kesehatan, tetapi juga harus terlibat dalam urusan pendidikan dan persoalan sosial.
Menurut Suyono, Posyandu kini berada dalam fase perubahan seiring bertambahnya mandat dari pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Tahun 2024 yang mengatur enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Fungsi Posyandu sekarang sudah berkembang. Tidak sebatas imunisasi, penimbangan balita, atau pemberian makanan tambahan. Tugasnya jauh lebih luas,” ujarnya saat ditemui di Aula Bupati Batang, Senin (19/1/2026).
Ia menyoroti masih adanya persoalan pendidikan dasar di masyarakat, seperti anak usia sekolah yang terhambat mengikuti ujian akibat kendala administrasi, termasuk belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan.
“Masalah administrasi harus dicarikan jalan keluar. Negara bertanggung jawab atas pendidikan warganya sampai tingkat SMA. Jangan sampai anak kehilangan masa depan hanya karena urusan dokumen,” tegasnya.
Selain itu, Posyandu diharapkan mampu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan perangkat daerah terkait dalam menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Suyono menambahkan, arah kerja Posyandu ke depan akan disesuaikan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kabupaten Batang yang mulai diimplementasikan tahun ini, secara berjenjang dari tingkat desa hingga kabupaten.
“Program Posyandu harus sejalan dengan Renstra, agar enam SPM benar-benar dijalankan secara nyata, bukan sekadar konsep atau proyek percontohan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung tantangan sektor kesehatan pada tahun 2026, khususnya keterbatasan anggaran daerah yang berdampak pada pembiayaan Universal Health Coverage (UHC).
“Dengan kondisi fiskal yang terbatas, akses layanan kesehatan menjadi tidak semudah sebelumnya, kecuali bagi warga sangat miskin yang mendapatkan rekomendasi dari desa. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.
Wabup berharap, transformasi Posyandu mampu memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.


Komentar