Robantv.co.id | Batang – Kadang, perubahan besar itu dimulai dari sesuatu yang sederhana. Di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, perubahan itu muncul dari hamparan selada air yang tumbuh subur di lahan BUMDes Rantansari Cipta Indah.
Beberapa waktu lalu, saya main ke lokasi panen. Pagi yang cerah, embun masih menempel di daun-daun hijau yang renyah. Rio, petani BUMDes yang jadi motor produksi, menyambut dengan senyum bangga.
“Ini hasil keringat bareng. Kami ingin desa bisa berdiri di kakinya sendiri lewat pertanian,” kata Rio sambil mengikat selada air yang baru dipetik.

Dan ya, hasilnya memang terlihat nyata. Selada air yang dipanen punya kualitas oke, cocok buat restoran atau dapur keluarga yang doyan sayuran segar.
Soal harga?
Masih sangat terjangkau:
Rp4.000/ikat untuk grosir
Rp5.000/ikat untuk eceran

Target penjualan mereka juga realistis: pasar Batang dan sekitarnya. Tidak muluk-muluk, tapi fokus: sayur segar untuk warga sekitar tanpa harus impor dari kota lain.
Panen kali ini mencapai 440 ikat. Buat sebagian orang mungkin angka yang kecil, tapi ini baru start, sebuah langkah yang membawa semangat besar: desa bisa jadi produsen, bukan hanya konsumen.
Hal yang saya suka dari konsep ini:
BUMDes membuka ruang kolaborasi. Pedagang, distributor, siapa pun yang ingin ikut bantu memasarkan, pintu mereka terbuka. Karena di balik tiap ikat selada air, ada harapan ekonomi, ada kerja gotong royong warga, dan ada masa depan yang ingin terus tumbuh.
Kalau kamu lewat Kalisalak dan melihat hamparan hijau itu, ingat satu hal: desa punya potensi. Dan ketika potensi itu diurus dengan serius, ia bisa menjadi kekuatan ekonomi yang tidak lagi dianggap remeh.
Penulis: Diva


Komentar