Lingkungan
Beranda / Lingkungan / Banjir Setinggi Atap Rumah Kepung Griya Nagita Batang, Kholik Hanya Punya Waktu Selamatkan Anak

Banjir Setinggi Atap Rumah Kepung Griya Nagita Batang, Kholik Hanya Punya Waktu Selamatkan Anak

IMG 20260121 WA0204

Robantv.co.id | Batang — Terik matahari siang menyinari Perumahan Subsidi Griya Nagita, Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem. Namun hangatnya cuaca sama sekali tak sebanding dengan dinginnya kenyataan yang baru saja dialami warga.
Jejak banjir masih jelas terlihat. Lumpur kecokelatan menempel di dinding rumah, mengeras di lantai, dan memenuhi halaman. Bau lembap bercampur sampah menyisakan cerita panjang tentang malam yang tak akan mudah dilupakan.
Di depan salah satu rumah, Kholik (37) tampak sibuk mengeruk lumpur dengan peralatan seadanya. Gerakannya pelan, seperti menyisakan tenaga yang tersisa setelah semalaman berjibaku dengan air.
Banjir besar menerjang kawasan ini pada Selasa (20/1/2026) malam. Menurut Kholik, inilah banjir terparah yang pernah ia alami sejak tinggal di sana.
“Airnya sampai sekitar 2,5 meter. Lebih tinggi dari banjir-banjir sebelumnya,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Awal 2026 belum genap sebulan, namun rumah Kholik sudah tiga kali kebanjiran. Yang terakhir datang tanpa banyak waktu untuk bersiap. Sekitar pukul 20.00 WIB, air mulai merayap di jalan perumahan. Dua jam berselang, air sudah masuk ke dalam rumah.
“Saya lagi nonton TV sama anak. Begitu lihat ke luar, air sudah penuh. Saya cuma fokus ke anak sama motor,” katanya.
Di rumah itu, Kholik tinggal bersama istri dan empat anak. Dua anaknya selamat karena sedang menginap di rumah sang nenek. Malam itu, tak ada barang berharga yang sempat diselamatkan.
“Sudah nggak mikir apa-apa. Yang penting anak aman,” ucapnya singkat.
Air baru benar-benar surut sekitar pukul 05.00 WIB. Tapi banjir meninggalkan kerusakan yang tak kecil. Hampir seluruh perabot rumah tangga rusak, terendam lumpur dan air kotor.
“Tidak ada yang selamat. Kalau dihitung, kerugian bisa sampai Rp35 juta,” ungkapnya.
Kini, harapan Kholik sederhana: bantuan nyata. Entah berupa uang, makanan, atau pakaian. Sebab, hampir semua kebutuhan rumah tangga habis.
Jika banjir terus berulang, ia bahkan mulai mempertimbangkan pindah tempat tinggal.
“Kalau begini terus, saya bisa bangkrut. Kerja terganggu, istirahat juga nggak tenang,” katanya.
Keluhan serupa datang dari Ferry (32), warga lain di Griya Nagita. Banjir kali ini, kata dia, benar-benar melumpuhkan aktivitas warga.
“Tinggi sekali. Semua perabot tenggelam. Saya sudah tiga hari nggak kerja karena banjir datang berturut-turut,” ujarnya.
Saat banjir, warga sempat mengungsi ke Balai Desa Cepagan. Namun bantuan yang diterima masih sangat terbatas.
“Baru sebatas tempat ngungsi semalam. Setelah itu, ya kami urus sendiri,” kata Ferry.
Banjir dan Longsor Meluas
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Batang, hujan deras yang mengguyur wilayah Batang sejak Selasa sore tak hanya memicu banjir, tetapi juga longsor di sejumlah kecamatan.
Enam titik longsor tercatat di Selokarto (Pecalungan), Sidalang (Tersono), Wonotunggal, Bandar, dan Blado. Dua jembatan terdampak longsor, sementara dua rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Banjir sendiri melanda beberapa wilayah, antara lain Perumahan Griya Nagita, jalur Pantura Kecamatan Kandeman, Desa Klidang Lor, serta Kelurahan Karangasem Utara.
Di Griya Nagita, luapan Sungai Kupang menyebabkan genangan hingga 2,5 meter dan memaksa sekitar 40 warga mengungsi ke ruko di depan Balai Desa Cepagan. Sementara di Klidang Lor dan Karangasem Utara, luapan Sungai Sambong merendam permukiman dengan ketinggian rata-rata 60 sentimeter.
BPBD bersama unsur terkait telah melakukan evakuasi, pembersihan material longsor, dan asesmen di lokasi terdampak. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa.
Namun bagi warga seperti Kholik dan Ferry, banjir bukan lagi sekadar musibah musiman. Ia telah menjelma menjadi ancaman nyata—menggerus rasa aman, mata pencaharian, dan masa depan mereka.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi