Robantv.com.Pemalang – Polemik harga ritase material urugan di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, yang disebut mencapai Rp1.100.000 per rit, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak UPJI. Klarifikasi tersebut disampaikan kepada awak media pada Jumat, 6 Maret 2026.
Sebelumnya, harga ritase tersebut menjadi sorotan setelah disebut lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata di wilayah lain.
Namun pihak UPJI menjelaskan bahwa kondisi geografis dan medan menuju lokasi proyek menjadi penyebab utama tingginya biaya pengangkutan material.
Perwakilan UPJI Kecamatan Watukumpul menjelaskan bahwa lokasi pengambilan dan pengiriman material berada di jalur yang cukup ekstrem.
Kemiringan tanjakan bahkan disebut mencapai sekitar 45 derajat, sehingga tidak semua armada truk mampu melintas dan mengangkut material ke lokasi.
“Medannya sangat berat. Tidak semua mobil bisa naik ke lokasi karena tanjakannya ekstrem. Jadi armada yang bisa mengangkut material sangat terbatas,” jelasnya saat ditemui wartawan.
Ia menambahkan, kondisi jalan dan struktur medan juga membuat kendaraan tidak bisa membawa muatan secara penuh. Hal tersebut secara langsung memengaruhi biaya operasional armada pengangkut material.
Menurutnya, dengan kondisi tersebut harga Rp1.100.000 per rit masih dianggap wajar oleh warga sekitar maupun para pemborong yang mengetahui langsung kondisi lapangan.
“Kami tegaskan, jika ada armada lain yang mampu mengangkut dengan harga lebih murah, silakan. Bahkan saya pribadi siap membayar dengan muatan penuh. Tapi kenyataannya kondisi jalan tidak memungkinkan kendaraan bermuatan penuh,” tegasnya.
Pihak UPJI juga memastikan bahwa harga tersebut telah disepakati bersama dengan pihak supplier dan didukung dengan bukti nota transaksi.
Meski demikian, pihaknya mempersilakan siapa pun yang meragukan harga tersebut untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan agar dapat melihat kondisi sebenarnya.
“Silakan dikroscek langsung di lapangan supaya jelas bagaimana kondisi medan dan situasi jalan yang sebenarnya,” pungkasnya. (red)


Komentar