Robantv.co.id I Batang – Selama bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Batang bergerak cepat dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak. Program ini merupakan bagian dari instruksi Gubernur Jawa Tengah yang melibatkan 35 kabupaten/kota, sebagai tameng inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih, menegaskan bahwa pasar murah ini adalah solusi konkret untuk meringankan beban warga di tengah gejolak harga yang kerap terjadi jelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang ramah di kantong. Apalagi menjelang Lebaran, harga biasanya merangkak naik. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ujar Sri saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Ia juga menyentil para pedagang untuk tidak memanfaatkan momen dengan menaikkan harga secara berlebihan. “Kami imbau melalui dinas terkait, agar harga tetap bersahabat. Kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih, jangan sampai masyarakat semakin tertekan,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasaran. Telur yang biasanya menembus Rp31 ribu per kilogram, di pasar murah ini hanya dipatok Rp25 ribu. Begitu pula dengan cabai merah besar yang dijual Rp18 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibanding harga eceran.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Dispaperta) Batang, Syam Manohara, merinci bahwa total pasokan yang disiapkan cukup melimpah. Mulai dari beras SPHP sebanyak 1 ton, beras medium dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) 1,5 ton, hingga 600 liter minyak goreng, 300 kilogram gula pasir, 350 kilogram telur, serta berbagai jenis cabai dan bawang merah.
“Selisih harganya cukup signifikan, antara Rp3 ribu hingga Rp10 ribu lebih murah dari pasar umum. Ini jelas meringankan, terutama untuk komoditas cabai yang harganya memang fluktuatif,” jelas Syam.
Sementara itu, dari sisi ekonomi makro, Sri Purwaningsih menyebutkan bahwa inflasi di Batang saat ini berada di angka 3,9 persen. Meski sedikit di atas ambang normal, angka tersebut dinilai masih terkendali berkat intervensi pasar seperti GPM.
Pemerintah tidak berhenti di sini. GPM akan kembali digelar sebanyak tiga hingga empat kali ke depan. Rencananya, pasar murah berikutnya akan digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Batang.
Dengan adanya program ini, masyarakat Batang diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan tenang, tanpa was-was akan lonjakan harga kebutuhan pokok. (ham/red)


Komentar