Robantv.co.id | ATANG — Suasana tenang di sebuah permukiman di Kelurahan Proyonanggan Selatan mendadak berubah mencekam. Tangis histeris pecah ketika tubuh seorang bocah sekolah dasar berinisial RZA (8) tiba-tiba dilalap api saat bermain bersama teman-temannya, Minggu pagi, 10 Mei 2026.
Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di halaman belakang rumah milik warga bernama Dani, wilayah RT 02 RW 05, Kelurahan Proyonanggan Selatan, Kabupaten Batang.
Korban mengalami luka bakar pada bagian wajah, dada, hingga perut setelah kobaran api menyambar tubuhnya akibat permainan berbahaya yang melibatkan bensin.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban bersama tujuh anak lainnya tengah berkumpul di lokasi kejadian. Di antara mereka terdapat seorang remaja berinisial N (14), pelajar SMP, yang diduga hendak membakar tumpukan sampah.
Namun api yang dinyalakan tak kunjung membesar. Situasi itu kemudian memicu ide nekat menggunakan bensin sebagai pemantik.
Lurah Proyonanggan Selatan, Fariz Mukti, S.E., mengungkapkan bahwa salah satu anak kemudian mengambil bensin dari sepeda motor Honda Beat milik pelaku dengan cara menyedot menggunakan potongan selang kecil.
“Bensin ditampung menggunakan gelas plastik bekas minuman,” ujar Fariz Mukti saat menjelaskan kronologi kejadian, Selasa, 12 Mei 2026.
Awalnya, sebagian bensin disiramkan ke tumpukan sampah hingga api mulai menyala. Namun nahas, pelaku kembali menuangkan sisa bensin dari dalam gelas ke arah kobaran api.
Dalam hitungan detik, api justru menyambar gelas plastik yang dipegang pelaku. Diduga panik, pelaku spontan melempar gelas berisi api tersebut ke arah belakang tanpa menyadari korban berada tepat di belakangnya dalam posisi duduk.
Seketika kobaran api menyambar tubuh RZA.
Api dengan cepat merembet ke bagian wajah, dada, dan perut bocah itu. Anak-anak yang berada di lokasi langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga.
Beruntung, seorang warga sigap bertindak. Dengan menggunakan sepotong pakaian, api yang membakar tubuh korban berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih parah.
Meski demikian, korban tetap mengalami luka bakar serius dan segera dilarikan ke RSUD Kalisari Batang untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batang pada sore harinya agar diproses secara hukum.
Kasat Reskrim Polres Batang, Iptu A. Sudaryono, membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut. Namun karena korban maupun pihak yang diduga terlibat masih berstatus anak di bawah umur, penanganan dilakukan dengan prosedur khusus.
“Korban dan pelaku merupakan anak-anak, sehingga perlu penanganan khusus. Saat ini baru memeriksa keterangan saksi. Belum ada pemanggilan pelaku dan korban,” jelasnya.
Hingga kini, Satreskrim Polres Batang masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti dari lokasi kejadian.
Beberapa barang yang telah diamankan di antaranya sandal, potongan selang kecil, serta baju kemeja yang digunakan untuk membantu memadamkan api di tubuh korban.
Sementara itu, RZA masih menjalani perawatan akibat luka bakar yang dideritanya. Insiden ini pun menjadi pengingat keras bagi orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama saat bermain dengan benda mudah terbakar.


Komentar