RobanTV
Beranda / RobanTV / Sempat Terlantar di Kalimantan, 5 Korban Dugaan Penipuan Kerja Akhirnya Pulang ke Randudongkal

Sempat Terlantar di Kalimantan, 5 Korban Dugaan Penipuan Kerja Akhirnya Pulang ke Randudongkal

IMG 20260519 WA0099

Robantv.co.id | Randudongkal – Lima warga Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja bermodus gaji besar di Pulau Kalimantan, akhirnya bisa bernapas lega. Setelah sempat terlantar, kelima pekerja migran domestik ini berhasil kembali dengan selamat ke kampung halaman mereka.

​Kepulangan para korban ini tidak lepas dari aksi kemanusiaan sosok pemuda peduli, Walis Erlangga Firera, yang akrab disapa Angga. Sebagai bentuk rasa syukur, kelima korban menyambangi kediaman Angga hari ini untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih secara langsung atas bantuan yang telah mereka terima.

​Salah satu korban, Agus yang akrab disapa Lele, membeberkan kisah pilu yang dialaminya bersama rekan-rekan. Ia menceritakan bahwa petaka ini bermula saat seorang mandor menawarkan pekerjaan di sebuah sektor tambang emas di Kalimantan dengan janji bagi hasil yang sangat menggiurkan.

​”Awalnya saya ditawari teman untuk kerja di tambang emas dengan sistem upah 30/70 persen. Skemanya, 30 persen untuk pekerja dan 70 persen untuk perusahaan. Tapi kenyataannya, kami sama sekali tidak diberi upah walaupun sudah bekerja keras selama satu bulan penuh,” ungkap Lele dengan nada kecewa.

Lele menambahkan, awalnya ada tujuh orang dalam rombongan mereka yang berangkat bersama menuju Kalimantan. Namun, akibat situasi pelik dan tekanan ekonomi di perantauan, kelompok mereka terpecah. Dua orang di antaranya memilih memisahkan diri ke Pontianak guna mencari pekerjaan lain sebagai batu loncatan demi bertahan hidup dan mengumpulkan ongkos pulang.

Darul Arqom Nasyiatul Aisyiyah Doro Siapkan Generasi Penerus Perempuan Berkemajua Sambut Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah

​Sementara itu, Lele bersama empat rekan lainnya memilih mengambil langkah nekat untuk menyelamatkan diri dari lokasi kerja.

“Saya bersama lima teman lainnya memilih kabur dari lokasi kerja. Kami terpaksa berjalan kaki menyusuri jalanan sampai ke pelabuhan selama tiga hari tiga malam,” kenangnya.

​Di sisi lain, Walis Erlangga Firera menjelaskan bagaimana awal mula dirinya bisa terlibat dalam misi penyelamatan warga Randudongkal tersebut. Angga mengaku awalnya menerima panggilan telepon dari nomor asing yang tidak dikenal.

​”Ya awalnya saya nggak tahu, ada nomor baru masuk. Setelah diangkat dan Agus Lele menjelaskan kondisi mereka yang terlantar, saya langsung berupaya mencari jalan keluar. Akhirnya saya menghubungi beberapa teman saya, salah satunya Mas Hendra dari Walangsanga. Alhamdulillah, setelah berkoordinasi, kami bisa langsung mentransfer sejumlah dana untuk membantu biaya logistik dan tiket kepulangan mereka,” terang Angga.

​Atas kejadian yang menimpa warganya, Angga mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Pemalang, agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di luar daerah yang menjanjikan penghasilan fantastis secara instan.

Kasus Penganiayaan Oknum Kasi PUPR Muna ‘Mandek’, Begini Kata Kuasa Hukum Korban

“Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu jeli dan mengecek legalitas serta rekam jejak perusahaan jika ada tawaran pekerjaan. Jangan langsung tergiur gaji besar. Langkah preventif ini penting supaya kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegas Angga memungkasi pembicaraan.

Penulis: M.Sulton

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi