RobanTV
Beranda / RobanTV / Diduga Sibuk Urus MBG, ALF Sering Absen Dewan‎

Diduga Sibuk Urus MBG, ALF Sering Absen Dewan‎

IMG 20260902 WA0070


‎Robantv.co.id | BATANG – Anggota Komisi I DPRD Batang dari Fraksi Gerindra berinisial ALF disebut sering tidak mengikuti sejumlah kegiatan kedewanan. Persoalan tersebut bahkan disebut telah menjadi perhatian Badan Kehormatan (BK) DPRD Batang.

‎Di tengah dugaan ketidakhadiran tersebut, muncul informasi bahwa ALF diduga memiliki kesibukan lain yang berkaitan dengan pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Informasi mengenai dugaan absensi ALF disampaikan sumber internal DPRD Batang. Menurut sumber tersebut, ALF disebut beberapa kali tidak mengikuti kegiatan kedewanan.

‎“Iya beliau sering absen, untuk alasannya saya kurang tahu,” ujar sumber internal DPRD Batang, Selasa (2/9/2026).

‎Keterangan serupa disampaikan salah satu anggota Komisi I DPRD Batang. Ia membenarkan bahwa ALF disebut jarang mengikuti kegiatan dewan.

‎“Memang dia jarang masuk, mungkin ada sesuatu hal,” ujarnya.

‎Persoalan kedisiplinan ALF ternyata telah menjadi perhatian Badan Kehormatan DPRD Batang.

‎Ketua BKD DPRD Batang, H Juki, mengakui telah beberapa kali memberikan teguran secara lisan kepada ALF. Teguran tersebut dilakukan karena Juki dan ALF berada dalam komisi yang sama.

‎“Belum ada surat peringatan, tapi kalau secara lisan sudah sering saya tegur karena satu komisi dengan saya,” ujar Juki saat dihubungi, Senin (1/9/2026).

‎Persoalan tersebut kemudian dibahas dalam rapat Badan Kehormatan. Hasil sementara rapat BKD, ALF akan dipanggil untuk menghadap Badan Kehormatan guna dimintai penjelasan terkait dugaan ketidakhadirannya dalam kegiatan kedewanan.

‎Pemanggilan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya teguran secara lisan telah beberapa kali diberikan kepada yang bersangkutan.

‎Juki juga menyampaikan bahwa BKD akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui mekanisme resmi dengan memberikan surat peringatan kepada ALF.

‎“Insyaallah besok saya akan kasih surat peringatan resmi,” katanya.

‎Meski demikian, hingga kini belum dijelaskan secara rinci berapa kali ALF tidak hadir maupun kegiatan kedewanan apa saja yang diduga tidak diikutinya.

‎Pemanggilan oleh BKD nantinya diharapkan dapat memberikan penjelasan langsung dari ALF mengenai alasan ketidakhadirannya sekaligus menjadi bahan bagi BKD dalam menentukan langkah selanjutnya.


‎Sementara itu, istri kedua ALF, WS, mengaku telah memperoleh informasi mengenai dugaan ketidakhadiran suaminya dalam sejumlah agenda DPRD.

‎WS menduga kesibukan ALF dalam mengelola dapur SPPG yang berkaitan dengan program MBG menjadi salah satu faktor yang membuatnya jarang mengikuti kegiatan dewan.

‎WS menyebut, diduga terdapat dapur MBG di Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, yang pengelolaannya menggunakan ID atas nama istri pertama ALF.

‎“Iya ada informasi begitu, mungkin karena sibuk juga kan dengan dapur MBG,” ujar WS.

‎Namun, informasi mengenai dugaan keterlibatan ALF dalam pengelolaan dapur MBG tersebut masih berdasarkan keterangan WS. Begitu pula dengan dugaan penggunaan ID atas nama istri pertama ALF, yang hingga berita ini ditulis belum mendapatkan konfirmasi dari ALF maupun pihak pengelola SPPG.

‎Belum diketahui secara pasti sejauh mana keterlibatan ALF dalam pengelolaan dapur tersebut maupun apakah aktivitas itu berkaitan langsung dengan dugaan ketidakhadirannya dalam kegiatan kedewanan.


‎Selain persoalan dugaan absensi dalam kegiatan DPRD, ALF sebelumnya juga menjadi sorotan terkait persoalan rumah tangganya dengan WS.

‎Kuasa hukum WS, Lukman Hasanudin, S.H., pada Selasa (1/9/2026) menyampaikan bahwa kliennya mengaku ditelantarkan bersama anak mereka yang masih berusia sekitar 10 bulan.

‎Menurut Lukman, persoalan tersebut semakin dirasakan ketika WS mengalami sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

‎“Ketika WS sakit dan menjalani opname, ALF tidak datang menjenguk meskipun sudah beberapa kali dihubungi. Bahkan komunikasi untuk mencari jalan keluar secara baik-baik juga sudah dilakukan,” ujar Lukman.

‎Lukman mengatakan persoalan rumah tangga tersebut kini mengarah pada rencana perceraian. Namun, WS disebut masih ingin mempertahankan rumah tangganya.

‎WS juga mengaku mengalami kondisi kesehatan yang cukup serius hingga harus menjalani rawat inap selama beberapa hari. Dalam kondisi tersebut, ia mengaku berulang kali berupaya menghubungi suaminya untuk menyampaikan kondisi kesehatannya.

‎Menurut WS, ALF kemudian sempat datang ke rumah sakit. Namun, WS mengaku kedatangan tersebut tidak berlangsung sebagaimana yang diharapkannya karena dirinya masih dalam kondisi lemah.

‎Sejumlah pihak juga disebut sempat berupaya mempertemukan WS dan ALF untuk mencari penyelesaian persoalan rumah tangga secara kekeluargaan.

‎“Saya tidak mau adanya perceraian. Saya punya anak yang masih kecil, sekitar 10 bulan. Saya masih cinta sama suami saya dan tidak pernah berpikir untuk bercerai,” ujar WS.

‎WS mengaku selama sekitar satu tahun terakhir kerap mendapatkan permintaan untuk bercerai. Menurutnya, berbagai persoalan dalam rumah tangga membuat hubungan keduanya semakin renggang.


‎Kuasa hukum WS mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk membuka ruang mediasi. Namun, menurut Lukman, upaya tersebut belum mendapatkan tanggapan sebagaimana yang diharapkan.

‎“Intinya kita sudah berusaha melakukan beberapa langkah untuk mediasi secara baik-baik. Tetapi ternyata tidak ditanggapi sama sekali,” kata Lukman.

‎Meski demikian, Lukman menegaskan pihaknya masih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Ia berharap ALF membuka ruang komunikasi agar persoalan rumah tangga tersebut dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan kepentingan anak.

‎Sementara itu, terkait dugaan ketidakhadiran dalam kegiatan DPRD, proses di internal Badan Kehormatan masih berjalan. ALF dijadwalkan dipanggil untuk menghadap BKD guna memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari ALF mengenai dugaan sering absen dalam kegiatan kedewanan, dugaan kesibukannya dalam pengelolaan dapur MBG, maupun informasi terkait penggunaan ID atas nama istri pertama.

‎Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi ALF maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas seluruh informasi yang dimuat dalam pemberitaan ini. (red)

Ditengah Polemik Rumah Tangga, Istri Kedua Anggota DPRD Batang Berharap Mediasi: “Saya Tidak Mau Bercerai”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi