ROBANTV.CO.ID | BATANG – Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Batang berinisial ALF menyampaikan hak jawab terkait pemberitaan sebelumnya mengenai persoalan rumah tangga dengan WS yang di dalamnya memuat dugaan penelantaran terhadap istri dan anak.
Hak jawab tersebut disampaikan ALF secara langsung kepada awak media pada Senin malam, 7 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, ALF memberikan klarifikasi dari sudut pandangnya terkait sejumlah informasi yang sebelumnya diberitakan.
ALF menyampaikan bahwa pemberitaan sebelumnya merupakan informasi berdasarkan keterangan pihak WS melalui kuasa hukumnya.
Namun, menurut ALF, terdapat sejumlah hal yang perlu dijelaskan agar persoalan tersebut dapat dipahami secara lebih utuh dan berimbang.
Salah satu hal yang diklarifikasi ALF adalah mengenai anggapan bahwa dirinya tidak lagi bertanggung jawab terhadap anak.
ALF menegaskan, meskipun hubungan rumah tangganya dengan WS sedang menghadapi persoalan, dirinya tetap memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anak.
Menurut ALF, kebutuhan anak seperti biaya pemeriksaan dan pengobatan, susu, popok (pampers), serta kebutuhan lainnya tetap menjadi perhatian dan tanggung jawabnya.
“Yang perlu saya luruskan, bukan berarti saya tidak mengurusi anak sama sekali. Saya tetap memberikan uang untuk kebutuhan anak, termasuk ketika anak perlu berobat. Kebutuhan seperti susu dan pampers juga tetap saya berikan,” ujar ALF kepada awak media, Senin malam (7/9/2026).
ALF mengatakan, persoalan antara dirinya dan WS merupakan persoalan rumah tangga yang memiliki dinamika tersendiri. Karena itu, menurutnya, kondisi komunikasi antara suami dan istri tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai tidak adanya tanggung jawab terhadap anak.
Ia menegaskan bahwa kepentingan anak tetap menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Saya tetap memikirkan anak saya. Bagaimanapun dia anak saya dan tanggung jawab saya. Jadi kalau dikatakan saya lepas tangan sepenuhnya, itu perlu diluruskan,” katanya.
Klarifikasi soal Aktivitas di Tengah Persoalan Rumah Tangga
Dalam pemberitaan sebelumnya juga disebutkan adanya informasi bahwa ALF tidak terlalu aktif mengikuti kegiatan dewan. Dalam pemberitaan tersebut, muncul pula informasi yang kemudian masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut mengenai aktivitas ALF di DPRD Batang.
Terkait hal tersebut, ALF memberikan penjelasan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan dirinya sibuk mengurus program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana informasi yang berkembang.
ALF menjelaskan, situasi yang dihadapinya dalam beberapa waktu terakhir berkaitan dengan persoalan rumah tangga yang menurutnya memberikan tekanan tersendiri. Kondisi tersebut membuat dirinya memilih untuk mengambil waktu guna menenangkan diri atau melakukan cooling down.
Menurut ALF, langkah tersebut dilakukan untuk meredam emosi dan menghindari agar persoalan yang sedang dihadapinya tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Bukan karena saya sibuk mengurus MBG. Ada persoalan yang sedang saya hadapi dan itu cukup memberikan tekanan. Saya memang perlu cooling down, menenangkan diri dan meredam emosi,” jelas ALF.
ALF mengatakan, keputusan untuk mengambil jarak sejenak dari sejumlah aktivitas bukan berarti dirinya mengabaikan tanggung jawab sebagai anggota DPRD maupun sebagai orang tua.
Ia menilai kondisi seseorang ketika menghadapi persoalan pribadi juga perlu dipahami secara proporsional, terlebih persoalan tersebut menyangkut rumah tangga dan anak.
Sementara terkait pemberitaan mengenai kondisi WS saat menjalani perawatan di rumah sakit, ALF juga memberikan penjelasan bahwa persoalan tersebut perlu dilihat secara utuh berdasarkan kondisi dan komunikasi kedua belah pihak pada saat itu.
ALF tidak menampik adanya persoalan dalam rumah tangganya. Namun, ia berharap persoalan pribadi tersebut tidak kemudian dipahami secara sederhana seolah-olah dirinya sama sekali tidak memberikan perhatian maupun memenuhi kebutuhan anak.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya masih membuka ruang komunikasi untuk membicarakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak maupun hubungan rumah tangganya.
Menurut ALF, perbedaan atau konflik antara pasangan suami istri seharusnya tidak menghilangkan tanggung jawab orang tua terhadap anak.
“Persoalan saya dengan istri itu satu hal. Tetapi tanggung jawab saya kepada anak tetap saya jalankan,” tegasnya.
Dengan adanya hak jawab tersebut, ALF berharap masyarakat dapat melihat persoalan rumah tangga yang sedang dihadapinya secara lebih proporsional dan tidak hanya dari satu sudut pandang.
Ia menyerahkan persoalan rumah tangga tersebut untuk diselesaikan secara baik-baik dengan tetap mempertimbangkan kepentingan anak.
Catatan Redaksi: Hak jawab ini dimuat sebagai ruang klarifikasi bagi ALF atas pemberitaan sebelumnya. Seluruh keterangan dalam hak jawab ini disampaikan ALF secara langsung kepada awak media pada Senin malam, 7 September 2026, bukan melalui kuasa hukum. Pemberitaan sebelumnya merupakan informasi berdasarkan keterangan pihak WS melalui kuasa hukumnya pada saat berita tersebut diterbitkan. Redaksi memberikan ruang kepada ALF untuk menyampaikan perspektif dan klarifikasi atas informasi tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.


Komentar