Lingkungan Pemerintahan RobanTV
Beranda / RobanTV / Anggaran Dipangkas, Proyek TPST Sentul Batang Turun Skala: Kapasitas Olah Sampah Kini Hanya 50 Ton per Hari

Anggaran Dipangkas, Proyek TPST Sentul Batang Turun Skala: Kapasitas Olah Sampah Kini Hanya 50 Ton per Hari

IMG 20260506 WA0064

Robantv.co.id | BATANG – Rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentul di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, mengalami penyesuaian besar setelah adanya efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dampaknya, kapasitas pengolahan sampah yang sebelumnya dirancang cukup besar kini harus dikurangi hingga separuhnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Rusmanto, mengatakan pengurangan anggaran dari kementerian berimbas langsung terhadap spesifikasi fasilitas pengolahan sampah yang akan dibangun di wilayah timur Batang tersebut.Menurutnya, pada perencanaan awal TPST Sentul ditargetkan mampu mengolah hingga 100 ton sampah per hari. Namun setelah dilakukan penyesuaian anggaran, kapasitas itu kini hanya menjadi sekitar 50 ton per hari.“Memang ada efisiensi anggaran dari pusat, sehingga kapasitas pengolahan ikut disesuaikan,” kata Rusmanto saat ditemui di kantornya, Rabu (6/5/2026).Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian terkait, nilai proyek yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp120 miliar kini mengalami rasionalisasi menjadi sekitar Rp59 miliar.Meski mengalami pengurangan nilai anggaran cukup signifikan, proses pembangunan TPST Sentul dipastikan tetap berjalan. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap pelelangan di tingkat kementerian.“Prosesnya sudah masuk tahap lelang. Targetnya bulan Mei ini mulai ditenderkan. Untuk persiapan teknis, saat ini juga sedang dilakukan pengujian kondisi tanah di lokasi pembangunan,” jelasnya.Berkurangnya kapasitas pengolahan otomatis mempengaruhi jangkauan pelayanan TPST Sentul. Pada konsep awal, fasilitas ini diproyeksikan mampu menangani sampah dari delapan kecamatan di wilayah timur Kabupaten Batang, termasuk Gringsing, Banyuputih, dan Limpung.Namun dengan kapasitas baru yang hanya 50 ton per hari, layanan diperkirakan hanya mampu menjangkau sekitar tiga hingga empat kecamatan.“Kalau kapasitasnya 50 ton per hari, kemungkinan hanya cukup untuk melayani beberapa kecamatan di wilayah timur,” ujar Rusmanto.Meski demikian, DLH Batang menilai persoalan keterbatasan kapasitas masih dapat diantisipasi dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.Rusmanto menekankan pentingnya edukasi pemilahan sampah rumah tangga agar volume sampah yang masuk ke TPST dapat ditekan.“Kuncinya tetap pada pengurangan sampah dari sumber. Kalau masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, beban pengolahan bisa jauh berkurang,” katanya.Keberadaan TPST Sentul sendiri diharapkan menjadi solusi penanganan sampah di kawasan perbatasan Batang-Kendal yang selama ini menghadapi persoalan penumpukan sampah. Pemerintah berharap proyek tersebut tetap bisa memberikan dampak maksimal meski dibangun dengan skala yang lebih efisien.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi