Robantv.co.id | BATANG – Bantuan pemerintah senilai Rp150 juta yang digelontorkan untuk kelompok peternak di Desa Pesantren, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, kini menjadi sorotan tajam. Sejumlah sapi bantuan dilaporkan telah dijual, sementara uang hasil penjualan diduga dikuasai Ketua Kelompok Ternak.
Program tersebut sejatinya ditujukan untuk penguatan ekonomi peternak. Rinciannya, Rp100 juta dialokasikan untuk pembelian sapi dan Rp50 juta untuk pembangunan kandang kelompok. Dari anggaran itu, disebut terealisasi pembelian 10 ekor sapi.
Namun pelaksanaan di lapangan dinilai jauh dari tujuan awal. Sapi-sapi bantuan tidak ditempatkan dalam satu kandang kelompok, melainkan tersebar dipelihara secara terpisah. Padahal dana pembangunan kandang telah dianggarkan.
Yang lebih mengejutkan, beberapa ekor sapi disebut sudah dijual. Hasil penjualan ternak itu diduga tidak masuk ke kas kelompok, melainkan dikuasai secara pribadi.
Saat ditemui awak media pada Senin (27/4/2026), Sobirin selaku Ketua Kelompok Ternak mengaku dirinya tidak pernah menerima uang bantuan secara langsung.
“Saya tidak menerima uang sepeser pun. Yang saya tahu hanya dibelikan sapi 10 ekor,” ujarnya.
Sobirin juga mengaku dana bantuan tersebut tidak pernah masuk ke rekening kelompok. Ia bahkan menyatakan tidak mengetahui status legalitas kelompok ternak yang dipimpinnya.
“Saya juga tidak tahu kelompok ini berbadan hukum atau tidak, karena saya tidak pernah mengurus apa pun,” tambahnya.
Ia menyebut proses pembelian sapi dilakukan oleh Kepala Desa Sukirno bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) atas nama Sani.
Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola bantuan, mekanisme pencairan dana, legalitas kelompok penerima, hingga pengawasan aset bantuan negara.
Warga mendesak instansi terkait segera turun tangan melakukan audit menyeluruh, menelusuri aliran dana Rp150 juta, mengecek keberadaan sapi bantuan, serta mengusut pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Pesantren maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi.


Komentar