Robantv.co.id, Batang— Upaya memperkuat kualitas gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Kali ini, edukasi menyasar langsung ke dapur pelaksana program, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.
Owner Kapten Factory, Tentra Nela Putri, turun langsung memberikan edukasi terkait pemanfaatan susu segar produksi UMKM sebagai bagian dari menu bergizi untuk para penerima manfaat.
Dalam pemaparannya, Tentra mengungkapkan fakta menarik sekaligus meluruskan sejumlah persepsi di lapangan. Salah satunya terkait masa simpan susu segar yang kerap menjadi kekhawatiran pihak dapur.
“Memang produk kami memiliki masa simpan sekitar 12 jam dalam kondisi normal. Tapi kami sudah mendalami pengolahan susu selama 8 tahun, jadi kami tahu bagaimana menjaga kualitas agar tidak cepat basi,” jelasnya, Selasa (14/4/2026)
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada dapur MBG yang mengalami penangguhan (suspend) akibat penggunaan produk susu dari Kapten Factory. Hal ini menjadi bukti bahwa standar keamanan dan kualitas produk tetap terjaga.
Lebih lanjut, Tentra juga menjelaskan bahwa daya tahan susu sangat bergantung pada proses pengolahan dan penyimpanan. Bahkan dalam kondisi beku, produk susu mereka mampu bertahan hingga 1 hingga 3 bulan.
“Ini yang kami edukasikan, bahwa susu pasteurisasi itu berbeda dengan susu kemasan pabrikan. Tidak semua orang paham, makanya kami hadir langsung ke dapur dan sekolah,” ujarnya.
Tak hanya menyasar pengelola dapur, edukasi juga diberikan kepada siswa penerima manfaat. Mereka diajak memahami proses produksi susu dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilihan susu dari peternak sapi terbaik hingga proses pengolahan.
Kapten Factory bahkan menyiapkan program khusus berupa edukasi kunjungan ke lokasi produksi sebagai bentuk “reward” bagi sekolah yang aktif mengikuti program edukasi gizi.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya minum susu, tapi juga paham prosesnya. Ini penting untuk membangun kesadaran gizi sejak dini,” tambahnya.
Dari sisi kualitas, produk susu Kapten Factory mengandung sekitar 80 persen susu murni, sementara 20 persen sisanya merupakan komposisi tambahan yang aman dikonsumsi anak-anak. Mereka juga membuka ruang uji coba produk untuk membuktikan kualitas, termasuk pengujian pemisahan kandungan susu dalam jangka waktu tertentu.
Sementara itu, Ketua SPPG Gringsing, Reza, menyambut baik sosialisasi tersebut. Ia menyebut pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut sebelum mengadopsi produk ke dalam menu MBG.
“Untuk saat ini memang menu yang kami jalankan masih menu basah. Tapi kami sudah mendengar produk dari Kapten Factory. Nanti akan kami koordinasikan dengan ahli gizi dan koordinator wilayah,” ujarnya.
Kehadiran UMKM seperti Kapten Factory dalam ekosistem MBG dinilai menjadi langkah strategis, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal berbasis peternakan dan pengolahan pangan.
Dengan pendekatan edukatif yang menyasar dapur hingga siswa, program ini diharapkan mampu menciptakan pemahaman menyeluruh tentang pentingnya konsumsi pangan sehat, sekaligus membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (Hamdi)


Komentar