Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Isu Eugenol Mengguncang Pasar Herbal, Apakah Antangin JRG Menjadi Penerima Manfaat?

Isu Eugenol Mengguncang Pasar Herbal, Apakah Antangin JRG Menjadi Penerima Manfaat?

IMG 20260709 WA0106

Robantv.co.id | Jakarta – Persaingan industri obat herbal di Indonesia memasuki babak baru setelah munculnya polemik mengenai kandungan eugenol yang sempat menyeret nama Tolak Angin ke ruang publik. Di tengah kondisi tersebut, perhatian pelaku industri tidak hanya tertuju pada upaya pemulihan citra produk, tetapi juga pada potensi perubahan peta persaingan di pasar.

Sebagai pemimpin pasar dengan pangsa yang sangat besar, Tolak Angin menghadapi tantangan serius ketika isu mengenai kandungan eugenol ramai diperbincangkan di media sosial pada awal 2026. Berbagai unggahan saat itu mengaitkan eugenol yang berasal dari daun cengkeh dengan dugaan gangguan lambung. Meskipun informasi tersebut kemudian dibantah dan dinyatakan tidak berdasar oleh sejumlah pihak, perbincangan yang telanjur meluas sempat memengaruhi persepsi sebagian konsumen, terutama mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti GERD.

Di saat produsen Tolak Angin berupaya mengembalikan kepercayaan publik, kompetitor utamanya, Antangin JRG produksi Deltomed Laboratories, justru memperkenalkan strategi komunikasi pemasaran terbaru.

Pada 11 Mei 2026, Deltomed resmi meluncurkan kampanye bertajuk “Pejuang Pantang Tumbang” dengan menggandeng aktris Dian Sastrowardoyo sebagai wajah baru produk tersebut. Waktu peluncuran kampanye itu menjadi perhatian karena berlangsung berdekatan dengan agenda PT Sido Muncul yang tengah memberikan penjelasan kepada publik mengenai kondisi bisnis dan berbagai isu yang berkembang.

Dalam peluncuran kampanye tersebut, pihak Deltomed menegaskan bahwa pemilihan Dian Sastrowardoyo dilakukan karena dinilai telah lama menggunakan Antangin JRG dalam aktivitas sehari-hari. Perusahaan ingin membangun citra produk yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat pesan mengenai kepercayaan terhadap produk herbal yang mereka tawarkan.

UNGKAP IRONI SPMB! Siswa Desil 1 Gagal Masuk SMPN 4 Belik Meski 23 Kursi Masih Kosong, Terganjal Usia Dua Hari

Dari sisi komunikasi pemasaran, pendekatan kedua perusahaan terlihat berbeda. Ketika Tolak Angin lebih fokus menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai isu yang berkembang, Antangin JRG memilih menghadirkan iklan bernuansa ringan dan humoris. Tagline legendaris “Wes Ewes Ewes, Bablas Angine” kembali diangkat untuk memperkuat identitas merek yang telah dikenal masyarakat selama bertahun-tahun.

Pengamat pemasaran menilai, setiap isu yang memengaruhi persepsi terhadap pemimpin pasar berpotensi membuka ruang bagi merek pesaing untuk meningkatkan penetrasi. Dalam industri kesehatan, keputusan konsumen sangat dipengaruhi oleh rasa percaya sehingga perubahan persepsi sekecil apa pun dapat memengaruhi pilihan pembelian.

Meski demikian, belum terdapat data resmi yang menunjukkan bahwa polemik mengenai eugenol secara langsung mengakibatkan perpindahan konsumen dari Tolak Angin ke Antangin JRG. Namun, momentum tersebut dinilai memberikan peluang bagi para kompetitor untuk memperkuat posisi mereka melalui strategi komunikasi dan promosi yang tepat.

Persaingan kedua merek besar ini menunjukkan bahwa di industri herbal, bukan hanya kualitas produk yang menjadi penentu kemenangan. Kecepatan membaca situasi, membangun kepercayaan publik, serta menyusun strategi komunikasi yang efektif menjadi faktor penting dalam mempertahankan maupun memperluas pangsa pasar.

SPMB Kabupaten Pemalang Diduga Curang, Operator Dinas Disebut Bisa Ubah Titik Koordinat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil | Redaksi | Pedoman Media Siber | Perlindungan Profesi Wartawan | Kode Etik Jurnalistik | Kebijakan Privasi