Robantv.co.id | REMBANG – Kasus hilangnya Dava Maulana (16), warga Dukuh Mbuyuk, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, akhirnya menemukan titik terang.
Remaja tersebut diduga menjadi korban pembunuhan setelah jasadnya ditemukan di wilayah Desa Nganguk, Gandri–Sedan, pada Selasa (29/4/2026).
Penemuan bermula dari kecurigaan seorang warga yang pada pagi hari hendak menuju kebun di sekitar lokasi kejadian.
Warga yang enggan disebutkan namanya itu melihat seorang pria mondar-mandir sambil membawa cangkul. Saat ditanya, pria tersebut mengaku tengah mencari cacing.
Merasa ada yang janggal, warga kemudian memeriksa area sekitar dan menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban.
Temuan itu mendorong warga melakukan penelusuran lebih lanjut hingga akhirnya mengarah pada dugaan tindak kriminal.
Dari informasi yang dihimpun, aparat mengamankan seorang pria berinisial AG (22), warga Desa Nganguk, Kecamatan Sedan, yang diduga sebagai pelaku.
Kasus ini pun menjadi sorotan warga, terlebih sebelumnya kabar hilangnya korban sempat ramai beredar di sejumlah grup media sosial di Rembang.
Selain dugaan pembunuhan, pelaku juga disinyalir membawa kabur sepeda motor milik korban, yakni Honda PCX berwarna merah yang diketahui merupakan kendaraan pinjaman. Motor tersebut kemudian diduga digadaikan oleh pelaku dengan nilai sekitar Rp4,5 juta.
Ironisnya, pelaku disebut-sebut tengah mempersiapkan pernikahan dalam waktu dekat. Dugaan sementara, motif ekonomi menjadi pemicu aksi nekat tersebut.
Korban diketahui terakhir terlihat pada Sabtu (26/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV di Desa Nganguk, korban tampak mengendarai sepeda motor Honda PCX merah sambil membonceng pelaku, yang saat itu mengenakan kaos hitam dan celana krem. Sebelumnya, korban sempat diminta pelaku untuk mengantarkannya pulang.
Sejak saat itu, korban dinyatakan hilang dan dalam pencarian pihak keluarga, bahkan informasi kehilangan sempat tersebar luas di media sosial.
Jasad korban diduga dibuang di aliran Kali Panggang, wilayah Desa Nganguk, Gandri. Proses evakuasi oleh tim forensik Polres Rembang dilakukan sekitar pukul 17.30 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus mendalami motif dan kronologi pasti kejadian.
Penulis: Edy


Komentar